Ini Tanggapan Mahasiswa Dogiyai Terkait Pemberikan SK Pemekaran DOB Mapiha Raya

Foto Ketua Tim Pansus DOB Mapiha Raya Dogiyai
Foto Ketua Tim Pansus DOB Mapiha Raya Dogiyai, saat wawancara TVRI Papua pada, 20 Juni 2020, lalu

Terkini.id Jayapura – Mahasiswa Kabupaten Dogiyai menyingkapi SK pengurusan Daerah Otonomi Baru (DOB) Mapiha Raya yang diberikan oleh Bupati Dogiyai kepada Tim Pansus DOB Mapiha Raya Dogiyai. Selasa, 30 Juni 2020.

Mahasiswa menganggap SK Tim Pansus DOB Mapiha Raya ilegal dan pembentukan DOB Mapiha Raya tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan UU.

Hal tersebut setelah mahasiswa tinjau daerah Mapiha Raya yang belum siap bentuk kabupaten baru.

“Kami melihat SK Tim Pansus DOB yang diberikan oleh bupati itu ilegal dan tidak sah karena tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat Mapiha Raya, yang sampai hari ini tidak membahas tentang pemekaran,” kata, Anton Boma (Mahasiswa Kabupaten Dogiyai), setelah dihubungi Terkini.id Jayapura.

Intelektual muda Dogiyai, menganggap SK Tim Pansus DOB Mapiha Raya ilegal yang diberikan bupati kepada Yusak Tebai S. Pd, MH, sebagai Ketua Tim Pansus DOB.

“Mahasiswa Kabupaten Dogiyai juga adakan kajian, hasil kajian mahasiswa tidak memenuhi persyaratan membentuk kabupaten baru di Mapiha Raya, maka kami tolak dan tindakan bupati Dogiyai tidak sah, itu hanya sesuai dengan keinginan elit politik,” katanya,

Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Tokoh Masyarakat tidak pernah ajukan tentang pemekaran itu, “tambahnya.

Mahasiswa meminta segera klarifikasi untuk berbicara dengan Bapak Yusak Tebai S.Pd, MH sebab tidak ada aspirasi yang datang dari masyarakat wilayah Mapiha Raya.

Kami mohon bapak Yusak Tebai segera klarifikasi karena dia tidak sesuai keinginan rakyat Mapiha Raya Kabupaten Dogiyai.

Ketua Tim Pansus DOB Mapiha Raya, bapak Yusak Tebai mengklaim, “ini disetujui dari 5 distrik di Dogiyai” melalui Media TVRI Papua pada, Sabtu 20 Juni 2020 lalu, dianggap tidak benar oleh mahasiswa.

Boma menambahkan, “Kami mengkritik Ketua I DPRD Kab. Dogiyai, sebenarnya harus menyambung lidah rakyat dengan benar, namun faktanya hari ini wakil rakyat justru bohong-bohong alias Hoax, demi kepentingan elit tertentu” ujarnya.

Mahasiswa juga mengklaim akan turun ke kab. Dogiyai di Mapiha Raya terkait pemekaran tersebut, maka sebelum itu para pejuang DOB segera menarik SK yang dianggap ilegal tersebut. (Jlt)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Mahasiswa Tolikara di Makassar Menolak Rencana Pembangunan Kodim

Ini Respon Kabid Sosial Terkait Beasiswa Puncak Jaya

Mahasiswa Kembali Gelar Aksi ke Pemda Puncak Jaya Terkait Beasiswa

Mahasiswa Meepago di Makassar Menolak Pemekaran DOB Mapiha Raya

Inilah Pernyataan Sikap Mahasiswa Puncak Jaya di Jayapura Terkait Beasiswa

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar