Mahasiswa Meepago di Makassar Menolak Pemekaran DOB Mapiha Raya

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
foto mahasiswa
foto mahasiswa IPMAPANDODEI Makassar

Terkini.id, Jayapura – Mahasiswa asal Wilayah adat Meepago Papua yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa / i Paniai, Nabire, Dogiyai, Deiyai Dan Intan Jaya (IPMAPANDODEI) di Kota Studi Makassar menolak tegas Pemekaran Mapiha Raya, pada Kamis 25 Juni 2020.

Dalam jumpa pers yang diterima rilisan Jayapura Terkini.id, mahasiswa Meepago di Makassar menyatakan Sikap Menolak Tegas Pemekaran Kabupaten yang mau dimekarkan oleh Pemerintah Pusat melalui elit asal kabupaten Dogiyai dan beberapa kabupaten tetangganya wilayah meepago papua.

Kami tidak setujuh ada pemekaran kabupaten Mapiha Raya di wilayah adat meepago papua karena kami melihat SDM belum siap, sistem pemerintahan belum maksimal, rakyat banyat yang tidak diurus oleh pemda lokal, oleh sebab itu kami tolak,” tegas Anton Boma (Ketua Ikatan Mahasiswa Dogiyai di Makassar).

Mahasiswa menilai tidak ada untungnya bagi rakyat dan anak cucu kedepannya di wilayah adat meepago dengan adanya pemekaran tersebut, hal itu dilihat dari kabupaten sekarang yang tidak melibatkan rakyat dengan baik, menentang peningkatan kemiskinan di wilayah meepago, kabupaten Dogiyai yang mau berbagi 2 wilayah di Kabupaten Dogiyai Yang sekarang dan Kabupaten Mapiha Raya yang mau dimekarkan sekarang.

“Kami melihat tidak ada keuntungan dengan pemekaran kabupaten baru ini yaitu Mapiha Raya,” tambahnya.

Pembentukan DOB untuk kabupaten memiliki kriteria dan ketentuan seperti uji kelayakan rencana DOB, SDM, SDA / potensi daerah, Sosial Budaya, kependudukan dan lain-lain yang belum dilakukan dan disiapkan secara maksimal untuk mekarkan kabupaten baru.

“Dengan kondisi yang kami lihat di lapangan belum siap dari segi SDM, SDA, Sosial Budaya, jumlah Kepala Keluarga dan lainnya berbaring, maka kami mahasiswa meepago tolak karena ha itu merugikan bagi kami dan generasi kami,” kata Yakobus Tagi (mewakili senior meepago di Makassar).

“Dan kami berfikir ini mengundang masalah baru untuk wilayah adat meepago di semua bidang masyarakat meepago, juga membuka jalan untuk TNI / POLRI, Kapitalisme, Imperialisme di daerah tersebut,” tambahnya.

Melalui forum IPMAPANDODEI, mahasiswa berharap pemerintah dan elit politik yang berjuang mekarkan kabupaten Mapiha Raya untuk melihat semua bidang agar harapan dan tujuan Keadilan Sosial terwujud di wilayah meepago Papua. (Jlt)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Inilah Hasil Kongres Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak Jaya di Kota Studi Jayapura Tahun 2020

Mahasiswa Lanny Jaya Studi Jayapura, Adakan Kongres Ke-V 2020

Mahasiswa Tolikara di Makassar Menolak Rencana Pembangunan Kodim

Ini Respon Kabid Sosial Terkait Beasiswa Puncak Jaya

Mahasiswa Kembali Gelar Aksi ke Pemda Puncak Jaya Terkait Beasiswa

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar